Ketika mencintainya terasa salah, namun kamu tetap meneguhkan hatimu. Ketika mencintainya terasa menyakitkan, namun kamu tetap bertahan dengan pendirianmu. Ketika mencintainya terasa melelahkan, namun hatimu tak kenal kata menyerah. Hingga akhirnya hatimu lelah berjuang. Berjuang untuk akhir yang sia-sia. Namun kamu tahu bahwa proses yang kamu lalui akan terbayarkan. Kamu akan kagum dengan ketulusanmu mencintai. Kagum bahwa hatimu sanggup berjuang sejauh ini. Kagum akan ketekunanmu mendapatkan hatinya. Kini, tenanglah wahai hati yang masih terluka. Tak perlu buru-buru mencintai kembali. Tatalah hatimu yang runtuh berkeping-keping, hingga kamu siap mencintai kembali. Mencintai, dengan segala resikonya. Dan mungkin, kembali terluka di kemudian hari.