Langsung ke konten utama

TERUNTUK, KAMU...

Hei, apa kabarmu hari ini kawan? Aku harap semua baik-baik saja.
Dengan apakah kau menghabiskan waktumu hari ini?
Apapun itu, aku harap semua tak membuat bahagiamu sirna.

Ya, semua tahu dan merasakan beratnya keadaan hari ini.
Namun satu yang aku tahu bahwa kamulah yang menentukan mood-mu.
Tak perlu meratapi kondisi ini terlalu lama.
Ingat, "badai pasti berlalu".

Tahun 2020 ini menjadi tahun yang sangat berat untuk dilalui.
Semua berubah dalam sekejap mata.
Hal-hal yang aku kira tak akan goyah, lenyap seketika.
"Tak ada yang abadi", terasa nyata kali ini.

Banyak orang kehilangan mata pencahariannya.
Keadaan ekonomi yang awalnya berat, menjadi semakin berat.
Semua orang harus mulai memutar otak untuk sesuap nasi.
Apapun dilakukan demi bertahan hidup.

Tak hanya dari sisi ekonomi, kondisi sosial dan psikologispun berubah.
Pertemuan dan kontak sosial menjadi terhambat.
Rasa kangen-pun kadang hanya bisa diatasi secara virtual.
Namun yang paling berat adalah kehilangan mereka yang kita sayang.

Berat? PASTI! Namun, menyerah bukan pilihan.
Bertahanlah karena tak ada yang tahu seberapa jauh kita berjuang selama ini.
Mungkin ujungnya sudah di depan mata.
Jadi, bertahanlah kawan.

"Semua ada hikmahnya".
Ya, tak selamanya kondisi ini buruk kelihatannya.
Semenjak kejadian itu, ada perubahan positif yang terjadi di sekitarku.

Dimulainya persekutuan keluarga besar, walau hanya secara virtual.
Saling mendoakan satu sama lain.
Semakin banyak waktu yang dimiliki bersama dengan keluarga.
Hingga kesadaran akan pentingnya waktu dan kesempatan yang kami miliki.

Akupun menyadari bahwa hal positif ini juga terjadi disekitarku.
Banyak orang menemukan bakat dan hobi baru.
Kreativitas yang semakin merajalela.
Dan yang paling penting, jiwa sosial yang semakin tinggi.
Semua bahu membahu untuk menolong orang yang terdampak pandemi ini.
Entah itu melalui bagi makanan dan sembako gratis, maupun dalam bentuk uang.

Coba deh renungkan, perubahan positif apa yang terjadi dalam hidupmu semenjak pandemi ini berlangsung?
Bersyukur adalah salah satu kunci yang bisa kita gunakan untuk tetap semangat menjalani hari-hari ini.
Bersyukur karena kamu masih sehat. Bersyukur karena anggota keluargamu masih sehat.
Bersyukur karena kebutuhan pokokmu masih terpenuhi. Bersyukur karena kamu masih bisa melewati hari ini.
Karena mungkin, orang diluar sana tidak seberuntung dirimu.

Yuk, kuat yuk. Saling mendoakan, menguatkan, dan mendukung dalam hal yang positif.
Dan ingat, jangan egois!
Tetap ikuti protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah.
Tak ada salahnya mencegah dibanding mengobati.

STAY SAFE YA! 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Generasi Menunduk, Generasi Kitakah Itu?

Kita memang bersama, namun mengapa aku merasa jauh Kita berdekatan, namun mengapa mata kita tak dapat bertemu Adakah kau merasakan kehadiranku? Entahlah, hanya waktu yang mampu menjawabnya… Aku memandangmu, namun kau hanya menunduk Aku mengajakmu bicara, namun kau hanya menatap lurus padanya Adakah kau merasakan kehadiranku? Entahlah, hanya waktu yang mampu menjawabnya…           Kawan-kawan, coba kita renungkan sejenak. Semenjak hadirnya berbagai media sosial di sekitar kita, apakah kini kita lebih memilih untuk berbaur dan berkomunikasi dengan orang lain yang berada di sekitar kita? Ataukah kita lebih suka melihat akun media sosial yang kita miliki? Memang tak dapat kita sangkal bahwa hadirnya media sosial membawa banyak keuntungan bagi kita. Di satu sisi, media sosial mampu membantu kita dalam melakukan komunikasi jarak jauh dengan lebih mudah dan murah. Kemudian, bagi orang introvert yang tak mampu mengekspresikan d...

Resensi Film - Grace Unplugged

Kuletakkan Impianku, Kuikuti Jalan-Mu Judul      : Grace Unplugged (2013) Genre    : Christian Musical Drama Film Pemain : AJ Michalka (Gracie Trey)               : James Denton (Johnny Trey)                : Kevin Pollak (Frank Mostin)               : Shawnee Smith (Michelle Trey) Durasi   : 102 menit   Tak dapat kita pungkiri bahwa impian merupakan bagian dalam kehidupan masing-masing individu. Setiap orang tentu akan berusaha untuk menggapai impian yang mereka miliki, walau pada akhirnya ada “harga” yang harus mereka bayarkan untuk semua itu. Namun, apakah kita akan tetap membulatkan tekad untuk menggapai mimpi tersebut apabila pada akhirnya kita harus meninggalkan Sang Pencipta dan keluarga kita? Ataukah akhirnya dengan langkah mantap kita memutuskan untuk merelakan impian itu pergi? Ya, bukanlah ...

Ikhlasku

Hai! Kamu apa kabar? Tenang, aku tidak berniat mengusik hidupmu kembali. Aku tidak akan menaruh ekspektasi di antara kita. Aku hanya sekadar ingin menyapa, lantas kembali hilang, layaknya embun di pagimu. Aku cuma mau bilang kok. Ternyata semudah itu loh melupakan kamu. Semudah memberikan potongan terakhir cokelat favorit pada orang yang paling kubenci. Semudah memakai sepatu heels untuk keliling mall. Semudah bersandiwara di tengah rapuhnya hati. Intinya, semudah itu ... Dulu kukira, kau juga terluka. Terluka karena tak ada lagi notif chat dariku. Terluka karena tak ada lagi saling kabar. Terluka karena hilangnya kebersamaan yang pernah kita bangun. Terluka, setidaknya satu kali, meratapi kehilangan "kita". Namun ternyata, "kita" tak pernah mampir dan tertulis di buku harianmu. "Kita" hanyalah angan yang kubangun sendiri. Ekspektasiku terlalu tinggi. Kau yang mengetik menggunakan logika, namun kubalas sepenuh hati.  Kini ... Aku hanya bisa melihatmu d...